Sebagai Makmum:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ مَأمُومًا لله تَعَالَى Ushallî sunnatal khusûfi rak’ataini makmûman lillâhi ta’âlâ.
Langkah-langkah Pelaksanaan:
Takbiratul Ihram, dilanjutkan membaca doa Iftitah.
Membaca Surat Al-Fatihah, lalu membaca surah panjang (seperti Al-Baqarah) dengan suara nyaring (jahar).
Baca Juga:
Rukuk pertama, dan perpanjang durasinya.
Bangkit dari rukuk (I’tidal). Jangan langsung sujud!
Setelah I’tidal, kembali membaca Surat Al-Fatihah, lalu membaca surah yang lebih pendek dari sebelumnya (misalnya Ali ‘Imran).
Rukuk kedua, dengan durasi yang lebih singkat dari rukuk pertama.
Bangkit dari rukuk (I’tidal kedua).
Sujud, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali. Durasinya dianjurkan sepanjang rukuk.
Bangkit untuk rakaat kedua, lakukan gerakan yang sama persis (2 kali berdiri, 2 kali rukuk) namun dengan bacaan dan durasi yang lebih singkat dari rakaat pertama.
Tasyahud akhir, lalu salam.
Setelah Salat, dianjurkan bagi imam untuk menyampaikan khutbah.
2. Tata Cara Salat Gerhana Sendirian di Rumah (Lebih Ringkas)
Bagi Anda yang ingin melaksanakannya sendiri, bisa memilih cara yang lebih ringkas seperti Salat sunnah biasa, sebagaimana pendapat Mazhab Hanafi dan Maliki.
Niat Salat:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى Ushallî sunnatal khusûfi rak’ataini lillâhi ta’âlâ. Artinya: “Saya niat Salat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Langkah-langkah Pelaksanaan:
• Niat bersamaan dengan Takbiratul Ihram.
• Membaca doa Iftitah dan Surat Al-Fatihah.
• Membaca surah Al-Qur’an (dianjurkan yang panjang jika mampu) dengan suara nyaring.
• Rukuk.
• I’tidal.
• Sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua.
• Bangkit untuk rakaat kedua, lakukan seperti rakaat pertama dengan bacaan yang lebih singkat.
• Tasyahud akhir, lalu salam.
• Perbanyak istighfar dan doa hingga gerhana berakhir. (Wartabanjar.com/inilah.com)

