MENGUNGKAP FAKTA Bocah Tewas saat Kebakaran di Banjarbaru! Panik Gendong Cucu, Sang Ibu Tak Sadar Anak Tertinggal
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Malam yang seharusnya tenang di Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, berubah menjadi tragedi memilukan pada Kamis (4/9/2025) dini hari.
Seorang bocah berusia 8 tahun meregang nyawa setelah terjebak kobaran api di warung milik ibunya, Herlina, meskipun sebelumnya sang ibu sudah sempat membangunkannya dari tidur lelap.
Detik-Detik Penuh Kepanikan
Sekitar pukul 01.30 WITA, Herlina mendengar suara kletek dari depan warung. Saat pintu dibuka, api sudah membesar di sisi kiri bangunan kayu berukuran 6x4 meter itu.
BACA JUGA:MAULID NABI di Istiqlal, Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Persatuan: “Cinta Jadi Kunci Keindahan Hidup!”
Panik, ia langsung masuk ke kamar. Dengan cepat, Herlina menggendong cucunya yang berusia dua tahun, lalu membangunkan putranya, M.
Namun dalam kepanikan, Herlina berlari keluar hanya bersama cucunya. Ia mengira M ikut menyusul di belakang. Betapa hancurnya hati sang ibu saat menyadari anaknya masih tertinggal di dalam kobaran api.
“Herlina bergegas keluar, mengira anaknya sudah ikut. Saat berada di luar, baru sadar sang anak masih terjebak di dalam,” ujar Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunardi.
Teriakan minta tolong menggema. Dua sopir truk, Dodi dan Syamsul, yang biasa nongkrong di depan warung, berusaha membantu. Namun api yang kian membesar membuat mereka tak mampu menembus panas dan asap pekat.
Saat api berhasil dipadamkan, bocah malang itu ditemukan sudah tak bernyawa, dengan luka bakar di seluruh tubuhnya.
Hasil olah TKP menunjukkan dugaan kebakaran dipicu oleh charger HP yang dibiarkan terus menempel pada listrik tanpa perangkat terhubung. Panas berlebih (overheat) menyebabkan korsleting hingga memicu api besar.
Selain korban jiwa, kebakaran juga meludeskan sepeda motor, sepeda listrik, kulkas, penanak nasi, serta barang dagangan. Kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad