BASARNAS UNGKAP DRAMA EVAKUASI Heli Jatuh di Tanbu: Tebing 70 Derajat hingga Hutan Lebat Hambat!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Setelah tiga hari pencarian penuh ketegangan, bangkai helikopter yang jatuh di kawasan hutan Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, akhirnya ditemukan pada Rabu (3/9/2025) sore. Bersamaan dengan itu, tim gabungan berhasil mengevakuasi para korban yang menjadi penumpangnya.
Misi penyelamatan ini melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan emergency yang berjibaku siang dan malam di medan berat. Namun di balik keberhasilan tersebut, ternyata banyak tantangan yang harus ditaklukkan tim di lapangan.
Direktur Operasional Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengungkapkan, tim sempat menghadapi kondisi yang sangat sulit.
“Untuk kendala tentu ada. Medannya cukup curam, dengan tebing mencapai 70 derajat, cuaca buruk, hutan masih lebat, dan kelembapannya tinggi,” ungkap Bramantyo kepada awak media, Jumat (5/9) dini hari.
BACA JUGA:UPDATE Tragedi Heli di Tanbu! Delapan Jasad Korban Tiba di RS Bhayangkara Banjarmasin Dini Hari
Menurutnya, kombinasi faktor alam itu membuat proses evakuasi berlangsung lebih lama dari perkiraan.
“Kendala itulah yang memakan waktu lama dan menyulitkan tim di lapangan untuk mengevakuasi korban,” tambahnya.
Black Box Berhasil Diamankan
Selain mengevakuasi korban, Basarnas juga memastikan black box atau kotak hitam helikopter telah berhasil ditemukan.
“Untuk black box sudah kita amankan tadi siang,” beber Bramantyo.
Sementara itu, kondisi helikopter sendiri cukup memprihatinkan. Bagian ekor masih ditemukan dalam keadaan utuh, namun sebagian besar badan heli hangus terbakar.
Penemuan bangkai heli sekaligus menutup penantian panjang keluarga korban. Meski proses evakuasi diwarnai rintangan berat, tim gabungan memastikan semua korban berhasil dibawa keluar dari lokasi jatuhnya pesawat.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi Tanah Bumbu dan Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi pengingat akan tingginya risiko penerbangan di wilayah dengan medan ekstrem.(Wartabanjar.com/Iqnatius Aprianus)
editor: nur muhammad