WARTABANJAR.COM, BARABAI– Masjid Agung Riadhusshalihin Barabai tidak hanya berdiri megah sebagai pusat ibadah umat Islam di Hulu Sungai Tengah (HST), tetapi juga hadir sebagai ruang religius yang ramah anak, inklusif, dan terbuka untuk berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan. Ketua Pengurus Badan Pengelola Masjid Agung Riadhusshalihin Barabai, H. Badra Quthnie Akbar, menyampaikan bahwa selain memiliki kapasitas besar, masjid ini juga dilengkapi fasilitas modern demi kenyamanan jemaah. “Ruang salat di lantai utama sudah dilengkapi karpet tebal dan juga ada mukena untuk jemaah perempuan. Selain itu, ada halaman masjid dengan taman tertata rapi, area parkir yang luas, serta ruang serbaguna untuk menunjang kegiatan sosial dan keagamaan,” ujarnya saat ditemui di Barabai, Jumat (5/9/2025). Tak hanya berfungsi sebagai rumah ibadah, masjid ini juga memberikan ruang aktivitas yang lebih luas. Badra menegaskan bahwa Masjid Agung Riadhusshalihin adalah masjid ramah anak dan terbuka bagi masyarakat yang ingin berkegiatan dengan syarat tetap menjaga kesucian dan kebersihan masjid. “Siapa pun boleh berkegiatan di sini, asal melampirkan surat permohonan dan tidak mengganggu ibadah. Kegiatannya juga harus bernuansa religius. Biasanya ada kegiatan dari anak-anak sekolah, kegiatan pemerintah, bahkan untuk akad nikah maupun sesi foto prewedding pun kami persilakan,” jelasnya. Keindahan arsitektur berpadu dengan sejarah panjangnya membuat masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi di Kalimantan Selatan. BACA JUGA: Hewan Diduga Anak Buaya Berenang di Sungai Seberang Stadion 17 Mei Banjarmasin Dikunjungi Wisatawan Lokal dan Luar Daerah Banyak wisatawan lokal maupun luar daerah yang datang, tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga mengagumi bangunan bercorak Timur Tengah dengan kubah megah, menara tinggi, dan nuansa hijau yang menenangkan. “Masjid ini bukan hanya ikon ibadah, tetapi juga simbol persatuan dan gotong royong masyarakat Barabai. Sejak awal berdirinya, pembangunannya melibatkan tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat umum. Sekarang, masjid ini menjadi pusat syiar Islam sekaligus ruang kebersamaan umat,” tambah Badra. Dengan kapasitas hingga 10 ribu jemaah, Masjid Agung Riadhusshalihin kini menjadi salah satu masjid terbesar dan terindah di Kalimantan Selatan, sekaligus pusat perhatian masyarakat HST dan sekitarnya. (wartabanjar.com/Adew) Editor: Yayu