WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Laga kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (6/9/2025) malam, kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena hasil imbang di laga sebelumnya, tetapi juga lantaran pesan keras dari pelatih Gerald Vanenburg.
Timnas U-23 Indonesia sebelumnya hanya mampu berbagi angka 0-0 dengan Laos pada laga perdana Grup J. Meski mendominasi 83 persen penguasaan bola dan mencatat 25 percobaan tembakan, gawang lawan tetap tak tersentuh. Catatan itu membuat publik mempertanyakan efektivitas skema permainan skuad Garuda Muda.
Vanenburg, legenda Belanda peraih Piala Eropa 1988, menekankan pentingnya kecerdasan pemain dalam membaca ruang. “Kuncinya bukan hanya menguasai bola, melainkan memahami jarak dan celah. Mereka harus bisa berpikir cepat di lapangan,” ucapnya dalam sesi latihan di Surabaya, Jumat (5/9/2025).
Namun, pelatih asal Belanda tersebut juga menegaskan perubahan akan dilakukan. “Kami perlu evaluasi menyeluruh. Hasil imbang jelas belum cukup, dan itu harus kami benahi,” tandasnya.
Pertarungan melawan Makau dan Korea Selatan akan menentukan langkah Indonesia menuju babak berikutnya. Publik berharap konsistensi permainan benar-benar hadir, bukan sekadar dominasi statistik. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

