“Dulu sempat ada rencana penangkaran buaya, tapi hilang begitu saja. Kami butuh solusi nyata,” tegas Kama.
Anggota DPRD Nunukan, Mansur Rincing, meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera menindaklanjuti persoalan ini.
“BKSDA harus turun ke Nunukan. Masyarakat kita mempertaruhkan nyawa demi mencari nafkah dari rumput laut. Kasihan mereka,” katanya.
Mansur menegaskan bahwa kebijakan perlindungan satwa harus dipikirkan kembali, terutama ketika nyawa manusia ikut terancam.
“Kalau satwa dilindungi menyerang manusia, apakah nyawa orang tidak dilindungi juga? Ini harus jadi perhatian serius,” pungkasnya.
Fenomena buaya yang kian merajalela di Mamolok kini menjadi alarm keras bagi keselamatan warga pesisir Nunukan, yang setiap hari harus menyabung nyawa demi bertahan hidup.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







