“Anggrek bukan hanya bunga, tapi simbol pelestarian alam, budaya, sekaligus kreativitas masyarakat HST,” ujarnya penuh optimisme.
Ramadlan juga mengapresiasi dukungan panitia, komunitas lokal, DPC PAI HST, Jam Organizer, hingga KNPI. Bahkan, agenda ke depan akan semakin meriah dengan Festival Budaya Anggrek, Pemilihan Putra-Putri Anggrek, hingga rencana mendatangkan artis nasional pada Desember 2025.
Finalis dan Dewan Juri
Tahun ini, enam finalis dari berbagai kecamatan siap bersaing memperebutkan mahkota Putri Anggrek HST 2025. Mereka akan dinilai oleh tiga dewan juri yang berasal dari TP PKK HST, DPC PAI HST, dan Dinas Kominfo HST dengan fokus pada public speaking dan kecerdasan sosial.
Pemilihan Putri Anggrek 2025 bukan hanya kompetisi, melainkan momentum besar menjadikan anggrek sebagai ikon identitas HST. Ajang ini diharapkan melahirkan sosok inspiratif yang mampu membawa nama Hulu Sungai Tengah ke panggung nasional, bahkan internasional.(wartabanjar.com/Adew)
editor: nur muhammad







