WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Kongres PASI 2025 yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (30/8), menetapkan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Umum PB PASI periode 2025–2029. Penetapan ini jadi sorotan karena ia kembali terpilih secara aklamasi sebagai calon tunggal. PB PASI sebelumnya mengalokasikan anggaran miliaran rupiah dari dukungan pemerintah dan sponsor untuk program pembinaan atletik. Namun, perhatian kini tertuju pada bagaimana distribusi dana itu akan diarahkan untuk peningkatan prestasi, mengingat regulasi penggunaan anggaran olahraga kerap menjadi sorotan publik. Pengamat olahraga, FX Supanji, menilai tantangan terbesar PASI ada pada konsistensi pembinaan dan transparansi. “Kalau pola lama berulang, atletik sulit menembus level Asia. Yang dibutuhkan bukan sekadar seremoni, tetapi tata kelola anggaran yang jelas,” ujar Supanji kepada media ini, Minggu (31/8). Menanggapi hal tersebut, Luhut menekankan bahwa fokusnya adalah membangun tim yang solid. “Kami tidak ingin mengulang pola lama. Semua energi diarahkan agar atlet kita bisa bicara di level Asia,” ucapnya. Masyarakat olahraga kini menunggu langkah konkret PASI, termasuk strategi dan realisasi penggunaan dana, agar janji prestasi Asia tidak sekadar jadi retorika. (Wartabanjar.com/berbagai sumber) Editor: Andi Akbar