VIRAL! UAS Ditagih Pajak Rp150 Juta dari YouTube, Justru Ceramahi Petugas Pajak Soal Neraka
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM – Dai kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) kembali jadi sorotan usai menceritakan pengalamannya ditagih pajak oleh petugas terkait dugaan penghasilan fantastis dari kanal YouTube miliknya.
Kisah itu diungkapkan UAS dalam sebuah ceramah yang videonya diunggah akun hijrahbersamauas. Ia mengaku tiba-tiba mendapat panggilan dari petugas pajak yang menuding dirinya menerima penghasilan hingga Rp150 juta per bulan dari YouTube.
“Saya Taat Pajak, Tapi Tidak Pernah Terima Uang YouTube”
Menurut UAS, dirinya selama ini selalu taat membayar pajak sebagai warga negara yang baik. Namun ia menegaskan tidak pernah sekalipun menerima atau menikmati hasil penghasilan dari kanal YouTube.
BACA JUGA:HEBOH! Dua Pria Gay Dicambuk 76 Kali di Banda Aceh, Netizen Ramai Beri Komentar Pedas
“Bapak cek ke mana duit itu mengalir dari YouTube? Tidak ada seperak pun ke rekening saya. Langsung beli beras, minyak, kompor, dan semuanya untuk sedekah,” tegas UAS.
Ia menambahkan, semua uang dari YouTube langsung disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Karena itu, dirinya merasa heran sekaligus terkejut ketika masih ditagih pajak atas penghasilan tersebut.
Balik Ceramahi Petugas Pajak
Dalam momen itu, UAS bahkan berbalik memberikan nasihat kepada petugas pajak agar lebih banyak bersedekah. Menurutnya, profesi pengelola dan pengumpul uang adalah pekerjaan yang rentan dosa jika tidak diimbangi dengan amal ibadah.
“Saya justru minta kepada pegawai-pegawai pajak, bersedekahlah kalian di jalan Allah Subhanahu wa ta’ala. Karena kalian menghitung dan mengumpulkan uang. Kalau kalian tidak bisa bersedekah, zalim, aniaya, neraka jahanam tempat kalian,” ucapnya tegas.
Namun UAS menegaskan, nasihat tersebut disampaikan dengan nada lembut, bukan dengan amarah. Ia sekadar mengingatkan agar petugas pajak lebih berhati-hati dengan tanggung jawab besar yang mereka emban.
Di tengah pernyataannya, UAS juga menyinggung kehidupannya yang kini baru saja dikaruniai anak ketiga. Ia menilai keberkahan hidup bukan hanya soal materi, tetapi juga soal amal baik yang dikerjakan.(Wartabanjar.com/voktis.id/berbagai sumber)
editor: nur muhammad