“Sudah lama rusak, tapi belum ada perhatian. Kami terpaksa lewat sini karena ini satu-satunya jalan,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.
Ancaman Nyawa Setiap Hari
Warga khawatir, bila dibiarkan terus, titian maut Muara Palantau akan memakan korban jiwa. Bukan hanya pejalan kaki, tapi juga para pengendara motor yang setiap hari terpaksa melintas demi beraktivitas.(Wartabanjar.com/beritainformasikal)
editor: nur muhammad











