WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Tim nasional bola voli putra U-21 Indonesia harus mengakui keunggulan Prancis setelah kalah tiga set langsung, 23-25, 21-25, dan 21-25 pada laga terakhir penyisihan grup D Kejuaraan Dunia U-21 di Jiangmen Sports Center, Selasa (19/8) malam WIB.
Asisten pelatih Nur Widayanto mengungkapkan faktor utama kekalahan Garuda Muda adalah sulitnya menembus pertahanan rapat lawan. “Jangkauan blok mereka sangat tinggi. Bola yang berhasil di-blok jatuhnya di depan garis serang yang dekat net, sehingga susah diambil pemain yang melakukan cover,” kata Nur dalam keterangan PBVSI.
Meski para outside hitter dan opposite sudah mencoba variasi serangan panjang, upaya itu belum cukup efektif. Tercatat, Prancis membukukan sembilan blok poin, hanya unggul tipis dari Indonesia yang juga mencatatkan tujuh blok. Namun, perbedaan kualitas eksekusi membuat Indonesia kerap kehilangan momentum.
Selain masalah blok, Nur menyoroti servis keras dan cepat dari para pemain Prancis. “Servis mereka cepat dan keras, sehingga opsi penerimaan satu-satunya harus kualitas B. Kalau memaksa mencari kualitas penerimaan A, risikonya bola pertama malah bisa langsung masuk ke daerah lawan,” jelasnya.







