“Melalui koordinasi ini, kedua BPBD dapat saling mendukung, terutama saat terjadi Karhutla di wilayah perbatasan. Harapannya, penanganan bencana akan lebih cepat dan efektif,” ujarnya.
Sementara itu, pihak BPBD HSU menambahkan bahwa langkah ini merupakan penguatan sinergi yang sebelumnya telah dijalankan kedua daerah.
“Koordinasi ini sangat penting untuk antisipasi dan penanganan Karhutla agar dampaknya dapat diminimalkan bagi masyarakat dua desa perbatasan,” tuturnya.
Kerjasama lintas kabupaten ini diharapkan menjadi model penanggulangan bencana yang lebih terkoordinasi, sehingga setiap kejadian Karhutla dapat segera direspons dengan optimal. (Wartabanjar.com/Alfi)
Editor Restu







