WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Turnamen basket remaja Mandiri SSS 3×3 Indonesia 2025 resmi dibuka di Medan, Sabtu (23/8), dengan pesan kuat melawan kekerasan dalam olahraga. Ajang ini menjadi sorotan bukan hanya karena persaingan ketat, melainkan juga lantaran kampanye bermain basket aman dan beretika.
Pihak penyelenggara mengalokasikan anggaran miliaran rupiah melalui kolaborasi PT SSS International, DPP Perbasi, dan Bank Mandiri Tbk. Namun sorotan muncul usai insiden pemukulan antar pemain di turnamen SMP Bogor Februari lalu yang diduga melanggar etika kompetisi.
Mandiri SSS menegaskan penggunaan lapangan berstandar FIBA di babak regional final, serta melibatkan 12 wasit nasional dari Sumatera Utara. Tujuannya memperluas jam terbang wasit lokal yang selama ini hanya memiliki satu wakil bersertifikat internasional.
Ketua panitia Chaerul Anwar Azis menyebut keselamatan atlet prioritas utama. “Permainan tanpa kekerasan membuat atmosfer lebih nyaman sekaligus mendidik generasi muda,” tutur Chaerul di Jakarta, Sabtu (23/8).







