“Kertas ulangan tadi pina nya ad membaca.”
“Ampun siapa ey putiki sabak jlnan.”
“Lumayan sekilo 2200.”
Fenomena “hujan kertas” ini membuat jalanan tampak penuh lembaran putih berserakan, dari arah hotel hingga kawasan Sabilal. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait asal muasal kertas tersebut.
Meski sederhana, insiden ini berhasil mencuri perhatian dan menjadi perbincangan hangat warganet Banua.(Wartabanjar.com/info_banjarmasin)
editor: nur muhammad







