Akibatnya, sebagian besar warga menggantungkan aktivitas sehari-hari pada perahu kecil untuk keluar masuk kampung.
“Bahkan ada yang punya motor, tapi ditaruh di jalan besar. Soalnya di sini jalan becek dan sering dalam, jadi tidak bisa dilewati,” tambah Sadiyah.
Kini, dengan adanya pembangunan dari TMMD, kehidupan warga Simpang Sadur perlahan berubah.
Mereka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada perahu, dan akses menuju pusat kota pun menjadi lebih mudah.
Bagi warga yang sudah puluhan tahun terisolir, jalan baru ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan harapan baru untuk meningkatkan kualitas hidup. (Wartabanjar.com/Ramadan)
Editor Restu







