Catatan lainnya, ini menjadi kekalahan kedua Paolini di final melawan Swiatek, setelah sebelumnya juga takluk di Roland Garros. Namun, konsistensinya menembus babak akhir turnamen besar menunjukkan bahwa ia bukan lagi kuda hitam, melainkan penantang serius di papan atas tenis dunia. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







