WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Air mata Jannik Sinner menetes saat ia harus mengucapkan permintaan maaf kepada para penggemarnya di Cincinnati Open 2025. Harapannya untuk mempertahankan gelar pupus setelah hanya mampu bermain lima gim melawan Carlos Alcaraz di partai final, Senin (18/8) waktu setempat atau Selasa WIB.
Sejak awal laga, tanda-tanda ada yang tidak beres terlihat. Sinner yang baru merayakan ulang tahunnya ke-24 tiga hari sebelumnya, terlihat kelelahan. Petenis nomor satu dunia itu mengaku sudah merasa tak enak badan sejak sehari sebelum final.
“Saya sangat, sangat menyesal mengecewakan kalian. Sejak kemarin saya merasa sakit. Saya berharap bisa membaik malamnya, tapi justru semakin parah. Saya coba bertahan di lapangan, tapi tak bisa lebih lama lagi,” ujar Sinner dalam upacara penyerahan trofi, dikutip ATP.
Sinner sejatinya tampil impresif sepanjang pekan, belum kehilangan satu set pun menuju final. Ia berambisi menjadi petenis pertama sejak Roger Federer (2014–2015) yang mampu mempertahankan gelar Cincinnati. Namun, kenyataan berkata lain.
Kekalahan itu mengakhiri 26 kemenangan beruntunnya di lapangan keras. Terakhir kali ia kalah di hard court adalah… juga dari Alcaraz, di final Beijing tahun lalu. Kini, head-to-head keduanya semakin timpang, dengan Alcaraz memimpin 9-5.







