WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Gelak tawa dan sorak sorai pecah di Jalan Veteran, Kampung Batuah, Banjarmasin, Senin (18/8/2025). Bukan pertandingan bola, bukan pula konser musik, melainkan pemandangan unik: emak-emak berjuang habis-habisan menaklukkan pohon pinang berlumur oli di atas Sungai Veteran.
Tradisi panjat pinang memang sudah jadi ikon setiap Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia. Filosofinya sederhana namun mendalam: hadiah di puncak hanya bisa diraih dengan kerja keras, kekompakan, dan strategi bersama.
BACA JUGA:VIRAL! Bupati Indramayu Lucky Hakim Lepas Ratusan Ular ke Sawah, Netizen: “Tikusnya di DPR, Pak!”
Hadiah yang tergantung di pucuk pinang mungkin sederhana, mulai dari mie instan, minyak goreng, minuman segar, hingga camilan. Namun, semua itu menjadi simbol harapan yang ingin direbut dengan tawa, perjuangan, dan semangat merdeka.
Bedanya, panjat pinang di Kampung Batuah punya tantangan ekstra. Begitu gagal mendaki, peserta langsung terhempas ke sungai. Tak ayal, suara riuh tawa warga meledak setiap kali emak-emak tercebur, meski mereka tetap kembali naik dengan wajah penuh semangat.
“Tidak mudah mendaki pinang berlumuran oli, apalagi kita sudah basah duluan karena lombanya di sungai. Tadi beberapa kali gagal karena tali penyangga putus,” ujar Lesti, salah satu peserta lomba.







