WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pertandingan pembuka Liga Inggris antara Chelsea melawan Crystal Palace di Stamford Bridge pada Minggu (17/8) menjadi sorotan. Bukan lantaran laga rival sekota, melainkan karena absennya Nicolas Jackson dari daftar skuad utama.
Chelsea sebelumnya menggelontorkan sekitar £32 juta (Rp656 miliar) saat merekrut Jackson dari Villarreal pada bursa transfer musim panas 2023. Namun, sebagian anggaran gaji serta klausul tambahan dalam kontraknya kini menimbulkan perdebatan karena keterkaitannya dengan kemungkinan transfer keluar melalui agen resmi, yang berpotensi menabrak regulasi Financial Fair Play (FFP) Liga Inggris.
Dalam beberapa pekan terakhir, Jackson bahkan sudah dicoret dari skuad The Blues saat laga uji coba melawan Bayer Leverkusen dan AC Milan. Meski masih berlatih di Cobham, namanya tidak dimasukkan dalam daftar resmi pemain untuk duel melawan Palace, seiring terbukanya peluang kepindahan di jendela transfer musim panas.
Analis sepak bola Eropa, David Ornstein, menilai situasi ini dapat mengguncang stabilitas lini depan Chelsea. “Jika Chelsea kehilangan Jackson tanpa pengganti sepadan, maka mereka berisiko kehilangan ketajaman serangan,” tutur Ornstein kepada The Athletic, Sabtu (16/8).







