Warga tersebut juga mengungkapkan “Nenek Masrana tidak bisa melihat dan berjalan karena biasanya menggunakan tongkat,” tambahnya.
Puluhan personel gabungan dari TRC BPBD HST, TAGANA, TNI, Polri, Damkar HST, BPK/PMK, relawan, aparat desa, dan masyarakat setempat berjibaku memadamkan api. Sekitar pukul 22.00 WITA, api berhasil dipadamkan sepenuhnya, dilanjutkan proses pendinginan.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (Wartabanjar.com/Adew)
Editor: Andi Akbar







