WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Keputusan World Boxing Council (WBC) menempatkan Manny Pacquiao di peringkat teratas kelas welter (66,6 kg) memicu perdebatan di kalangan penggemar tinju. Pasalnya, legenda asal Filipina itu tidak memegang sabuk juara maupun gelar regional saat ini.
Berdasarkan daftar resmi WBC yang dirilis akhir pekan lalu, Pacquiao berada di posisi nomor satu, diikuti oleh Souleymane Cissokho di peringkat kedua, dan Mario Barrios yang kini memegang gelar juara dunia.
Pengamat tinju internasional menilai, faktor utama yang membuat Pacquiao berada di puncak adalah rekam jejak prestasinya yang luar biasa, reputasi global, serta potensi nilai komersial jika ia kembali bertarung. “Pacquiao adalah magnet penonton. Setiap laga yang melibatkan dirinya otomatis bernilai besar bagi promotor dan WBC,” ujar analis tinju Mark Ortega.
Meski begitu, keputusan ini tak lepas dari kritik. Beberapa pihak menilai peringkat seharusnya lebih mencerminkan performa terbaru dan aktivitas di ring, bukan sekadar nama besar. Pasalnya, Pacquiao terakhir bertarung pada 2021 saat kalah angka dari Yordenis Ugas.
Situasi ini membuka spekulasi soal kemungkinan laga comeback. Jika Pacquiao benar-benar kembali ke ring, ia bisa langsung menantang juara dunia tanpa harus melalui babak penyisihan.
Dengan posisi ranking nomor satu, pertanyaannya kini adalah: apakah Pacquiao akan memanfaatkan peluang emas ini, atau memilih pensiun sepenuhnya dari dunia tinju?













