Ayah korban, Sersan Mayor Christian Namo, dan pamannya, Rafael Davids, mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya. “Kami minta keadilan. Anak saya meninggal karena dianiaya,” tegas sang ayah dengan nada bergetar.
Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan oleh Polisi Militer (Pomdam) IX/Udayana. Komandan Brigade Infanteri 21/Komodo, Letkol Inf Agus Ariyanto, memastikan penanganan kasus ini sepenuhnya diserahkan kepada Polisi Militer. Sementara itu, pihak batalyon dan Dandim 1625/Ngada belum memberikan pernyataan resmi terkait detail kejadian maupun identitas pelaku.
Kasus ini menjadi sorotan publik, memunculkan pertanyaan besar soal perlindungan terhadap prajurit muda di lingkungan militer.(Wartabanjar.com/oposan.voice/berbagai sumber)
editor: nur muhammad






