Kasus ini langsung mendapat atensi dari Pangdam IX Udayana yang memerintahkan proses hukum dilakukan secara transparan dan dipantau langsung oleh dirinya. “Petunjuk Bapak Pangdam jelas, kasus ini harus terbuka dan diawasi ketat,” tegas Deny.
Direktur RSUD Aeramo, Chandrawati Saragih, mengonfirmasi adanya lebam di tubuh Prada Lucky. Namun, ia enggan menanggapi dugaan adanya luka sayat pada tubuh sang prajurit.
Tragedi ini menambah daftar kelam kekerasan dalam tubuh militer, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan korban.(Wartabanjar.com/CNN Indonesia/detik/kompas/berbagai sumber)
editor: nur muhammad






