Dipicu Gaya Hidup Salah! Dinkes Tanah Laut Ingatkan Penyebab Stunting Bukan Hanya Masalah Kesehatan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Perang melawan stunting di Tanah Laut tidak cukup hanya mengandalkan program kesehatan, tetapi juga menuntut perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanah Laut, dr. Isna Farida, M.Kes, menegaskan bahwa stunting adalah masalah kompleks yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kemiskinan, kurangnya pengetahuan, hingga kebiasaan hidup yang keliru.
“Penyebab stunting bukan hanya masalah kesehatan. Bisa karena kemiskinan, bisa karena pengetahuan yang kurang, bahkan bisa juga karena gaya hidup,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Rembuk Stunting Kabupaten Tahun 2025 di Banjarmasin, Kamis (7/8/2025).
BACA JUGA:Bukan Sekadar Data: Tanah Laut Buka-bukaan Soal Inovasi “Raza SAGALA”, Target Nol Stunting!
Ia mencontohkan, masih banyak orang tua yang lebih memilih membeli jajanan mahal untuk anak, sementara asupan gizi di rumah justru diabaikan.
“Anak di rumah mungkin makannya tidak seberapa,” tambahnya.
Karena itu, dr. Isna menilai edukasi gizi yang tepat menjadi senjata pamungkas dalam memutus rantai stunting.
“Pemahaman seperti itu harus kita luruskan. Kesehatan generasi muda, sebagai generasi penerus yang berkualitas, jauh lebih penting daripada sekadar gaya hidup,” tegasnya.
Dinkes Tanah Laut berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat agar fokus pada pemenuhan gizi seimbang, bukan sekadar mengikuti tren konsumtif. Dengan perubahan pola pikir dan perilaku, diharapkan target percepatan penurunan stunting di Tanah Laut bisa tercapai lebih cepat.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur muhammad