DARI BENTENG PENJAJAH JADI SIMBOL ISLAM: Begini Sejarah Berdirinya Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin!

Masjid ini mulai digunakan untuk salat Iduladha pada 31 Oktober 1979, lalu diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 9 Februari 1981. Namanya diambil dari karya monumental ulama besar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari — Sabilal Muhtadin — yang menjadi rujukan fikih hingga ke mancanegara.

“Penamaan ini adalah penghormatan kepada ulama Banjar yang kitabnya masih menjadi pedoman umat hingga kini,” jelas Faturrahman.

Pusat Syiar dan Simbol Persatuan

Kini, Masjid Raya Sabilal Muhtadin bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga pusat kajian Islam. Ulama nasional dan internasional pernah mengisi tausiah di sini, dari KH Ahmad Bakri hingga KH Husin Navarin. Setiap malam Jumat dan hari besar Islam, masjid selalu dipenuhi jamaah untuk pengajian, kajian tafsir, hingga kegiatan sosial.

“Masjid ini bukti bahwa Islam mampu bangkit dari reruntuhan kolonial menjadi mercusuar spiritual yang damai dan megah,” pungkas Faturrahman.

Masyarakat Banua terus mendoakan semua tokoh, ulama, dan donatur yang berjasa membangunnya, berharap amal jariyah mereka terus mengalir hingga akhirat.(Wartabanjar.com/Ramadan)

editor: nur muhammad