KAIN KUNING MISTERIUS Melilit Jembatan Sungai Lenggana Bikin Dishub Bingung, Warganet: “Uya Kuya Jadi Pegawai Dishub”

WARTABANJAR.COM, SAMPIT – Warganet dihebohkan oleh video viral di media sosial yang memperlihatkan tumpukan kain kuning melilit sepanjang Jembatan Sungai Lenggana di Jalan Jenderal Sudirman KM 22, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Kain-kain tersebut tampak sengaja diikatkan pada pagar jembatan, menciptakan aura misterius yang langsung memicu beragam spekulasi. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) pun dibuat heran dan bingung: Apakah ini bagian dari ritual adat, simbol mistis, atau justru bentuk protes terselubung?

Simbol Keramat atau Aksi Iseng?

Hingga kini, belum ada pihak resmi yang mengklaim atau menjelaskan tujuan pemasangan kain kuning tersebut. Namun video yang diunggah akun Instagram @wargabanua.official langsung dibanjiri komentar netizen dengan beragam teori, sindiran, hingga peringatan mistis.

BACA JUGA:‎EO MTQ Kalsel Dipanggil Polres Banjar, Ada Apa?

Berikut cuplikan komentar warga net:

“Asalnya kadida apa-apa… tiba-tiba jadi keramat aja itu.”
“Dibunguli babuhan jin hakun.”
“Kain kuning malah mamaraki kasyirikan kalau Muslim, jin malah malunjak.”
“POV: Uya Kuya jadi pegawai Dishub 😂”
“Ulun urang Sampit pun merasa aneh, jembatan diperbaiki baru muncul itu kain. Bukan adat, cuma bikin pemandangan rusak.”

Ada juga yang menanggapinya dengan satire:

“Handak menamcapkan bendera ONE PIECE dimamai lawan pemerintah, jadinya kain kuning haja 😂”
“Konspirasi dukun ini, biar alat perdukunan laku.”

Warga Minta Dishub Klarifikasi Langsung ke Tokoh Adat

Di tengah riuhnya komentar, beberapa netizen mengingatkan agar pihak Dishub maupun pemerintah tidak gegabah mengomentari tanpa klarifikasi langsung ke masyarakat lokal. Pasalnya, penggunaan kain kuning bisa saja berkaitan dengan kepercayaan adat setempat.

Baca Juga :   Kemenhaj Bekali PPIH Arab Saudi 2026 dengan Penguatan Layanan Haji

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca