Tak hanya mereka, ibu dan istri Idris juga menjadi korban serta salah satu rekan Tani yang dilaporkan mengalami luka mengerikan—tangannya sampai putus dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.
“Kejadiannya dini hari. Dua orang langsung meninggal, yang luka-luka dibawa ke rumah sakit. Salah satunya tangannya putus,” ujar seorang warga kepada Radar Banjarmasin.
Polisi Masih Dalami Motif dan Kronologi Lengkap
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami kronologi lengkap serta motif pasti di balik insiden berdarah ini. Sejumlah saksi telah diperiksa, dan para korban luka sedang menjalani perawatan intensif.
Kasus ini menambah daftar panjang konflik horor antarwarga yang berujung kematian, dan menjadi sorotan tajam masyarakat Tabunganen dan sekitarnya.(Wartabanjar.com/infobatola/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







