Dengan kebijakan ini, dari 47 tenaga kerja di SPPG, minimal 30 persennya akan dialokasikan untuk keluarga prasejahtera.
“lni sesuai dengan arahan Pak Presiden bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Pihaknya berharap, dengan kebijakan ini BGN akan berkontribusi terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja, terutama yang berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2.
Selain menggandeng masyarakat miskin menjadi tenaga kerja, ia mengatakan SPPG juga mengajak kelembagaan ekonomi lokal.
Redy mengatakan jumlah SPPG yang telah beroperasi hingga hari ini, berjumlah 2.378 unit.
SPPG itu beroperasi dengan menggandeng sebanyak 6.076 kelembagaan ekonomi lokal yang menjadi supplier meliputi koperasi, BUMDes/BUMDesma, dan UMKM.
“Sebanyak 93.572 sumber daya manusia dari masyarakat lokal terlibat menjadi relawan SPPG,” kata Redy. (Yayu)
Editor: Yayu







