VIDEO – WADUH! Pabrik Ekstasi Beroperasi di Balik Nama Ormas Pemuda

‎WARTABANJAR.COM – Di tengah upaya pemberantasan narkotika yang gencar digaungkan aparat penegak hukum, satu temuan justru mengoyak logika dan kepercayaan publik. Apa jadinya jika markas organisasi masyarakat yang semestinya menjadi simbol pembinaan pemuda harapan bangsa, justru disulap menjadi pabrik narkoba?

‎Penggerebekan yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara pada Jumat malam, (25/7/2025), menguak fakta mengejutkan. Sebuah markas ormas AMPI Sub-Rayon Hamdan, di Medan Maimun, dijadikan pabrik rumahan untuk memproduksi ekstasi. Dan lebih mirisnya lagi, sang ketua ormas, SS (38), justru menjadi dalang sekaligus bandar utama dalam operasi haram tersebut.

‎Dari lokasi, polisi menyita berbagai bahan kimia pembuat ekstasi, alat pres rakitan, hingga puluhan butir pil siap edar. Dalam rekonstruksi yang digelar Senin (28/7), terungkap pula bahwa dua pelaku lainnya, FA dan M, berperan membantu penjualan dan distribusi. Mereka adalah residivis narkoba, dan diduga kuat sudah beroperasi selama tiga bulan terakhir.

‎Tragisnya, saat penggerebekan berlangsung, SS sempat melarikan diri dengan melompat ke Sungai Deli dan ditemukan tewas keesokan harinya.

‎Kejadian ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi banyak pihak. Bahwa organisasi tidak bisa lagi semata dinilai dari simbol dan benderanya, tapi dari integritas para pengurusnya. Ketika markas ormas bisa disulap menjadi dapur narkoba, kita patut menanyakan berapa banyak tempat lain yang terlihat formal di luar sana, namun ternyata busuk di dalam?

‎Dan lebih dari sekadar penegakan hukum, kasus ini mengingatkan kita bahwa kejahatan terorganisir tak selalu berbasis geng jalanan. Kadang, ia memakai jas, memiliki cap stempel sendiri, bahkan berdiri di bawah nama besar.

‎Waktunya aparat dan masyarakat membuka mata, karena tak semua yang mengatasnamakan pembinaan layak diberi kepercayaan.(vri/berbagai sumber)

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca