Sumatera menyusul dengan total 53 titik panas; terdiri dari 28 kategori rendah, 22 kategori sedang, dan 3 kategori tinggi. Sementara di Jawa terdeteksi 19 titik panas masuk kategori rendah.
Di wilayah Nusa Tenggara terdapat 5 titik; 4 rendah; dan 1 sedang, 5 titik masuk kategori sedang; dan 1 titik panas kategori tinggi.
Sedangkan di Sulawesi 6 titik panas kategori rendah; dan 1 titik panas kategori sedang, lalu kemudian Nusa Tenggara terpantau; 4 titik dengan kondisi rendah, serta Papua dan Maluku; 1 titik kategori rendah.
Peta persebaran titik panas ini menyoroti potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera.
“BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi dini guna mencegah terjadinya bencana ekologis,” ujar Guswanto Deputi Meteorologi BMKG dikutip dari BeritaSatu.
Guswanto juga menyatakan bahwa data tersebut merupakan hasil pemantauan rutin yang terus diperbarui untuk mendukung upaya penanggulangan bencana asap dan kebakaran hutan di Indonesia.(atoe/BeritaSatu)
Editor Restu






