Norris memasang ban keras.
Meski ban mediumnya sempat dikhawatirkan tidak bertahan hingga akhir, Piastri mampu mengelola kompon tersebut selama 31 lap tersisa dengan sangat baik.
“Ban medium adalah pilihan yang masuk akal bagi saya, terutama setelah melihat performa di sprint race kemarin,” ungkapnya.
Dominasi McLaren dan Persaingan Internal
Dengan finis di posisi kedua, Norris harus puas melihat rekannya naik podium tertinggi. Meski begitu, ia mengakui keunggulan Piastri dalam duel pembuka.
“Oscar lebih berani di Eau Rouge. Itu yang membuatnya bisa menyalip. Setelah itu, saya tak bisa berbuat banyak,” ujar Norris.
Kemenangan ini memperlebar jarak poin Piastri atas Norris menjadi 16 poin di klasemen pembalap. Sementara di klasemen konstruktor, McLaren makin tak terkejar, kini unggul 238 poin atas Ferrari.
Menuju GP Hungaria: Laga Penutup Jelang Libur Musim Panas
Selanjutnya, para pembalap akan bertarung di GP Hungaria akhir pekan depan, balapan terakhir sebelum memasuki jeda musim panas. Duel antara dua pembalap McLaren diprediksi akan kembali menjadi sorotan utama.
“Masih banyak balapan yang tersisa, tapi saya akan terus fokus. Persaingan dengan Lando sangat ketat, dan saya senang kami bisa mendorong satu sama lain,” pungkas Piastri.
Musim 2025 tampaknya menjadi panggung pembuktian dominasi McLaren dan pertarungan internal dua bintangnya dalam perebutan mahkota juara dunia. (berbagai sumber/aar)
Editor: Andi Akbar







