WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pembalap McLaren asal Australia, Oscar Piastri, kembali menunjukkan kelasnya di musim Formula 1 2025 setelah sukses meraih kemenangan keenam musim ini dalam balapan GP Belgia yang digelar di Sirkuit Spa-Francorchamps, Minggu (27/7) malam. Kemenangan Piastri kali ini tak hanya menegaskan konsistensinya sebagai kandidat kuat juara dunia, tetapi juga menjadi bukti bahwa ia mampu tampil tenang dan agresif dalam kondisi balapan yang menantang. Dalam konferensi pers usai balapan, Piastri mengungkapkan bahwa kunci suksesnya terletak pada manuver menyalip rekan setimnya, Lando Norris, di awal balapan. "Saya tahu lap pertama adalah peluang terbaik saya untuk memenangkan balapan ini. Saya mendapatkan exit yang baik dari Tikungan 1," ujar Piastri seperti dikutip dari laman resmi Formula 1. Pembalap muda asal Melbourne itu memanfaatkan slipstream di lintasan Kemmel Straight setelah melibas tikungan Eau Rouge yang legendaris, dan berhasil mengambil alih posisi terdepan. Setelah itu, ia tak terbendung hingga garis finis. Tantangan Cuaca dan Strategi Ban Balapan sempat tertunda selama 80 menit karena hujan deras dan dimulai dengan rolling start di belakang safety car, situasi yang sempat membuat Piastri kecewa. "Saya pikir start bergulir akan mengurangi peluang saya untuk menyalip. Tapi begitu saya melihat jarak saya dengan Lando di Eau Rouge, saya tahu saya harus memanfaatkan momen itu," katanya. Dalam kondisi lintasan yang mulai mengering, keputusan strategi ban juga menjadi pembeda. Piastri memilih menggunakan ban medium, sementara Norris memasang ban keras. Meski ban mediumnya sempat dikhawatirkan tidak bertahan hingga akhir, Piastri mampu mengelola kompon tersebut selama 31 lap tersisa dengan sangat baik. "Ban medium adalah pilihan yang masuk akal bagi saya, terutama setelah melihat performa di sprint race kemarin," ungkapnya. Dominasi McLaren dan Persaingan Internal Dengan finis di posisi kedua, Norris harus puas melihat rekannya naik podium tertinggi. Meski begitu, ia mengakui keunggulan Piastri dalam duel pembuka. "Oscar lebih berani di Eau Rouge. Itu yang membuatnya bisa menyalip. Setelah itu, saya tak bisa berbuat banyak," ujar Norris. Kemenangan ini memperlebar jarak poin Piastri atas Norris menjadi 16 poin di klasemen pembalap. Sementara di klasemen konstruktor, McLaren makin tak terkejar, kini unggul 238 poin atas Ferrari. Menuju GP Hungaria: Laga Penutup Jelang Libur Musim Panas Selanjutnya, para pembalap akan bertarung di GP Hungaria akhir pekan depan, balapan terakhir sebelum memasuki jeda musim panas. Duel antara dua pembalap McLaren diprediksi akan kembali menjadi sorotan utama. "Masih banyak balapan yang tersisa, tapi saya akan terus fokus. Persaingan dengan Lando sangat ketat, dan saya senang kami bisa mendorong satu sama lain," pungkas Piastri. Musim 2025 tampaknya menjadi panggung pembuktian dominasi McLaren dan pertarungan internal dua bintangnya dalam perebutan mahkota juara dunia. (berbagai sumber/aar) Editor: Andi Akbar