WARTABANJAR.COM, PEKANBARU – Tragedi mengerikan terjadi di tengah kobaran api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, pada Minggu, 27 Juli 2025. Dua ekor ular kobra ditemukan mati terpanggang di lahan gambut yang dilalap si jago merah. Kebakaran yang menghanguskan sekitar 25 hektare semak belukar dan lahan gambut ini tak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga merenggut nyawa satwa liar, termasuk predator berbisa seperti ular kobra. Kedua bangkai kobra ditemukan tak jauh dari lokasi pemadaman, dengan jarak hanya sekitar dua meter, dalam kondisi hangus dan sebagian tubuh hancur. "Ular-ular itu kemungkinan besar tidak sempat menyelamatkan diri saat api cepat menjalar di dalam gambut," ungkap salah satu petugas di lapangan. Kondisi tragis ini menggambarkan bagaimana karhutla berdampak fatal terhadap ekosistem, mengancam keberlangsungan hidup satwa liar dan tumbuhan yang menjadi bagian penting dari keseimbangan alam. BACA JUGA:Waspada Hujan Siang dan Malam! Prakiraan Cuaca 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan Senin 28 Juli 2025 Pemadaman Sudah Berlangsung 8 Hari Tim dari Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru terus berjibaku di lapangan meski menghadapi asap tebal dan tanah gambut yang menyulitkan proses pemadaman. Menurut Kepala Tim Pemadam, Muliadi, api di dalam gambut memang sulit padam total karena merambat di bawah permukaan tanah. “Meski tidak ada kendala besar, pemadaman api di gambut membutuhkan waktu. Kami tetap berupaya maksimal hingga api benar-benar padam,” jelas Muliadi. Ekosistem Terancam Karhutla tidak hanya memusnahkan vegetasi, tapi juga membuat satwa liar kehilangan habitat. Ular kobra hanyalah satu dari sekian banyak korban tak terlihat. Burung, serangga, reptil kecil, hingga mamalia hutan kecil dipastikan turut terancam hidupnya akibat bencana ini. Imbauan untuk Masyarakat Pemerintah dan aparat terkait mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di musim kemarau. Tindakan sembrono tersebut bisa memicu karhutla besar yang dampaknya tak hanya pada manusia, tapi juga merusak alam secara menyeluruh.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad