WARTABANJAR.COM, MARANHÃO, BRASIL – Sebuah kejadian tak terduga menggemparkan publik Brasil dan dunia. Lenildo Frazão, seorang reporter televisi lokal dari stasiun TV Difusora, secara tak sengaja menemukan jasad remaja perempuan berusia 13 tahun saat melakukan siaran langsung dari lokasi pencarian korban di Sungai Mearim, kota Bacabal, negara bagian Maranhão. Remaja bernama Tamires da Conceição Silva Sousa sebelumnya dilaporkan hilang setelah terakhir terlihat di sekitar sungai tersebut. Frazão yang kala itu tengah menjelaskan medan pencarian, berjalan menyusuri air sambil tetap menggenggam mikrofon. Namun, langkahnya terhenti saat merasakan sesuatu yang aneh di bawah kaki. “Saya merasa seperti ada tangan di bawah kaki saya,” kata Frazão di tengah siaran, sontak membuat suasana berubah tegang. Ia segera keluar dari air dan memanggil tim penyelamat, yang dengan cepat melakukan penyelaman intensif. Tak lama kemudian, jasad Tamires berhasil ditemukan tepat di lokasi yang diinjak sang reporter. BACA JUGA:VIDEO – Viral! Diduga Preman Ngamuk Bawa Sajam di Warung Baru Buka, Antasan Senor Ilir [caption id="attachment_332928" align="alignnone" width="414"] Seorang reporter televisi secara tak sengaja menemukan jasad seorang remaja perempuan berusia 13 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang, saat tengah meliput pencarian korban secara langsung di sungai di kota Bacabal, negara bagian Maranhão, Brasil.(@teras_lotara)[/caption] Menurut laporan media The Sun UK, hasil pemeriksaan forensik menyebut penyebab kematian adalah tenggelam secara tidak sengaja, tanpa ada tanda-tanda kekerasan. Peristiwa ini sontak viral di media sosial Brasil dan mancanegara. Banyak netizen memuji kepekaan reporter tersebut, namun juga merasa prihatin karena tubuh korban ditemukan dalam situasi tak layak—di tengah siaran langsung televisi. “Saya tak akan pernah melupakan momen ini,” ujar Frazão, yang mengaku masih trauma dan syok berat atas kejadian yang dialaminya secara langsung. Insiden ini menambah daftar momen siaran langsung yang berubah jadi tragedi tak terduga, sekaligus menjadi pengingat bahwa pekerjaan jurnalis di lapangan penuh risiko emosional dan fisik.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad