“Kemenhub juga sedang memeriksa aspek keselamatan menyeluruh terhadap kapal-kapal sungai, danau, dan penyeberangan (SDP),” terangnya.
Kemenhub juga merespons kecelakaan kapal beruntun dengan sosialisasi keselamatan pelayaran dan komunikasi yang tepat.
Pihaknya berharap dengan langkah ini diharapkan dapat mengubah kultur transportasi berkeselamatan.
“Langkah lainnya adalah meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan instansi terkait dalam menegakkan aturan keselamatan,” paparnya lagi.
Kecelakaan kapal terjadi secara beruntun belakangan ini.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7/2025), mengangkut 53 penumpang dan 12 ABK/kru serta 22 unit kendaraan.
Lalu pada pada Minggu (20/7/2025), KM Barcelona V terbakar di Perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, 5 orang meninggal dunia dalam kejadian ini. (yayu/berbagai sumber)
Editor: Yayu





