Cuaca Kalsel Cerah Hari ini Hingga Besok Pagi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Cuaca Kalsel hari ini berpotensi cerah.
Tak ada peringatan dini dari Stasiun Meteorologi Bandara Syamsudin Noor Kalsel.
Dikutip Selasa (22/7/2025), cuaca di seluruh Kalsel besok hingga lusa pagi cerah dan berawan semua.
Suhunya berkisar antara 24-32 derajat Celcius, kelembaban udaranya 53-96 persen.
Kemudian kecepatan angin berkisar antara 5-18 km/jam.
Untuk gelombang di perairan Kalsel juga tak ada peringatan dini.
Cuaca di perairan Kalimantan Selatan yaitu di Banjarmasin dan Pesisir (Kotabaru, Tanah Bumbu dan Tanah Laut) besok cerah dan cerah berawan.
Peringatan ini berlaku sejak besok pukul 08.00 Wita hingga besok paginya di jam yang sama.
Sebagian Besar Wilayah Indonesia Kering
Berdasarkan pemantauan prakiraan cuaca hingga 22 Juli 2025, menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kondisi kering dan panas akibat dominasi angin timuran atau Monsun Australia.
Wilayah Sumatera, Kalimantan, dan sebagian Sulawesi bagian tengah dan selatan diperkirakan akan mengalami cuaca cerah hingga berawan, dengan kelembapan rendah dan kecepatan angin cukup tinggi.
Sementara itu, wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara memasuki puncak musim kemarau dengan suhu siang hari cukup tinggi dan potensi minim hujan.
Di sisi lain, wilayah Papua dan sebagian Maluku Utara masih memiliki potensi hujan ringan hingga sedang, terutama pada siang hingga sore hari.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., dalam siaran persnya dikutip dari laman BNPB, mengatakan dalam periode ini, potensi bencana hidrometeorologi kering menjadi perhatian utama, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan meteorologis.
Hasil monitoring satelit dari ruang command center Pusdalops BNPB, titik panas (hotspot) terpantau meningkat di wilayah Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Jambi dengan intensitas lebih dari 150 titik per hari.
Situasi ini diperparah oleh angin kencang dari arah tenggara yang mempercepat penyebaran api dan menyulitkan pemadaman di lapangan.
Di sisi lain, kekeringan meteorologis dengan indikator Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem, yakni lebih dari 31 hari, terpantau di wilayah NTB, NTT, Bali, dan sebagian Jawa Timur.
Beberapa wilayah seperti Pulau Sumba, Pulau Timor, dan sebagian Lombok berpotensi mengalami penurunan ketersediaan air secara signifikan.
Sementara itu, potensi tanah longsor dan gerakan tanah masih tergolong rendah hingga sedang, terutama di wilayah dataran tinggi Papua dan beberapa titik rawan di Sulawesi Tengah seperti Palu dan Parigi Moutong.
BACA JUGA: Harus Istirahat Setelah Pulih dari Keracunan Makanan, PM Israel Benjamin Netanyahu Tak Hadiri Sidang Korupsinya
Meski curah hujan relatif rendah, kondisi geologi labil dan sisa kelembaban tanah di kawasan perbukitan tetap berisiko memicu longsoran lokal, terutama saat terjadi hujan singkat dengan intensitas sedang.
Menanggapi potensi bencana tersebut, sejumlah langkah mitigasi dan penanganan menjadi prioritas utama.
Khusus mengenai penanggulangan karhutla, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., telah mengintruksikan kepada seluruh kepada daerah yang terdampak agar menerbitkan status tanggap darurat.
Sesuai rencana, Kepala BNPB akan menuju Riau untuk memimpin Rakor Karhutla besok pagi, Senin (21/7/2025).
BNPB dan instansi terkait serta unsur forkopimda di daerah terus berkomitmen untuk memperkuat patroli terpadu bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Tagana dan kelompok masyarakat peduli api (MPA) dan lintas sektor lainnya.
Lebih lanjut, khusus di daerah dengan status siaga darurat, seperti Riau, Kalimantan Barat, dan Toba, langkah penanganan darurat baik darat dan udara terus dilakukan, termasuk upaya operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mempercepat hujan buatan.
Selain itu, posko lapangan karhutla dan alat pemadam cepat telah diaktifkan di daerah rawan. (yayu)
Editor: Yayu