Reaksi Publik: Geram, Prihatin, dan Tak Terima!
Kisah pilu ini pun viral dan menyulut emosi warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan wali murid yang dianggap terlalu berlebihan. Reaksi publik pun membanjiri media sosial:
“Cobak spill ortunya mana… pengen aku silaturahmi ke akunnya.”
“Awal mula rejeki besar Pak Guru Madin, pasti akan banyak donatur yang bantu.”
“Sendal kena peci guru pas ngajar? Wajar guru marah, kok malah dituntut!”
“Anaknya dididik sendiri aja bu, jangan dimasukin madrasah!”
“Ini pemerasan guru! Laporkan balik!”
Bahkan, beredar informasi bahwa sang ibu yang menuntut tersebut adalah calon legislatif DPRD yang gagal lolos pada pemilu lalu. Hal ini makin memanaskan perdebatan publik.
Dukungan untuk Sang Guru Mengalir Deras
Banyak masyarakat menyerukan agar guru madin tersebut mendapat bantuan hukum dan dukungan moral, termasuk donasi untuk mengganti kerugian. Warganet juga mendesak pihak berwenang turun tangan menyelidiki dugaan pemerasan berkedok “ganti rugi” ini.(Wartabanjar.com/_thinksmart.id/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







