Program Cetak Sawah di Kalsel Ditargetkan 30 Ribu Hektare, ‘Perlu 20 Alat Berat’

Ia menambahkan bahwa Kalsel di target 30.000 hektare cetak sawah tahun 2025, progres SID saat ini telah mencapai 60–70 persen.

“Begitu SID rampung, kita langsung eksekusi konstruksi. Tidak boleh menunggu. Sistemnya paralel,” tegasnya.

Hermanto optimis target dapat tercapai asalkan seluruh pihak bekerja secara cepat dan serempak. Ia juga menjelaskan bahwa keterlambatan bukan karena hambatan teknis, melainkan karena perlunya perencanaan yang matang.

“Perencanaan ini fondasi. Kalau sudah siap, pelaksanaan akan langsung jalan,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya tidak menunggu pasif dalam pelaksanaan program.

Bahkan saat ini, kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) sudah berjalan di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Banjar dan Barito Kuala, yang dilaksanakan langsung oleh TNI.

“Kita tetap bergerak, meski DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) belum keluar. Oplah jalan, TNI sudah mulai kerja. Untuk cetak sawah, kita tinggal tunggu DIPA dan langsung kontrak konstruksi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalsel sangat serius. Bahkan jika ada daerah atau pelaksana yang lambat, akan dilakukan evaluasi cepat.

“Kalau mereka tidak siap, kita geser ke yang lebih siap. Ini program prioritas nasional. Kita nggak main-main,” kata Syamsir

Terkait realisasi, dari target 30.000 hektare lahan cetak sawah tahun ini, baru sekitar 1.500 hektare yang telah terbuka. Namun, Syamsir optimis jika seluruh pihak bekerja serempak, percepatan bisa dilakukan.