Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya tidak menunggu pasif dalam pelaksanaan program.
Bahkan saat ini, kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) sudah berjalan di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Banjar dan Barito Kuala, yang dilaksanakan langsung oleh TNI.
“Kita tetap bergerak, meski DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) belum keluar. Oplah jalan, TNI sudah mulai kerja. Untuk cetak sawah, kita tinggal tunggu DIPA dan langsung kontrak konstruksi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalsel sangat serius. Bahkan jika ada daerah atau pelaksana yang lambat, akan dilakukan evaluasi cepat.
“Kalau mereka tidak siap, kita geser ke yang lebih siap. Ini program prioritas nasional. Kita nggak main-main,” kata Syamsir
Terkait realisasi, dari target 30.000 hektare lahan cetak sawah tahun ini, baru sekitar 1.500 hektare yang telah terbuka. Namun, Syamsir optimis jika seluruh pihak bekerja serempak, percepatan bisa dilakukan.
“Kalau ada 20 alat berat bekerja serentak satu hari satu hektare, kita bisa capai target dalam waktu singkat,” jelasnya.
Selain itu, pada rapat ini juga menghasilkan kesepakatan pembentukan tim terpadu lintas instansi yang akan bertugas melakukan pengawasan, monitoring, hingga evaluasi secara ketat terhadap pelaksanaan program cetak sawah. Tim ini akan turun langsung ke tingkat kabupaten/kota, dipimpin oleh bupati, dan didampingi unsur provinsi dan pusat.
“Jangan hanya rapat di Banjarbaru. Kita akan turun ke lokasi-lokasi pelaksanaan di kabupaten seperti Kotabaru dan lainnya. Semua harus gerak,” tegas Syamsir.
Ia juga meminta komitmen serius dari seluruh daerah yang terlibat. “Kalau tidak serius, nyatakan saja. Jangan hadir hanya formalitas. Ini proyek strategis nasional,” pungkasnya. (MC Kalsel)
Editor Restu







