Wujudkan Swasembada Pangan, Kolaborasi Pemprov Kalsel dan TNI

Hal senada disampaikan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman bahwa pemerintah pusat menargetkan pencetakan sawah seluas 30.000 hektare dan program optimalisasi lahan yang juga dikerjakan oleh TNI.

“Cetak sawah ini sebagian besar dikerjakan oleh jajaran TNI, dan progresnya sangat baik. Kabupaten Banjar misalnya, sudah capai 62 persen, sementara Barito Kuala 20 persen,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa dengan tambahan lahan ini, Kalsel bisa meningkatkan surplus produksi padi yang saat ini sudah mencapai 1 juta ton.

“Kalau kita hitung 30 ribu hektare dikali 4 ton per hektare saja, itu penambahan signifikan bagi stok pangan nasional,” jelasnya.

Namun, Syamsir juga menyoroti tantangan koordinasi antarlembaga, khususnya soal data luas baku sawah dan produksi yang berbeda versi antara pemerintah daerah dan BPS.

“Selisih data dengan BPS mencapai 52 ribu ton. Ini tantangan serius karena berdampak pada kebijakan dan alokasi,” ucapnya.

Kendati begitu, ia menegaskan komitmen penuh Pemprov Kalsel dalam mendukung kolaborasi lintas sektor demi kepentingan rakyat.

Dalam paparannya, Syamsir juga menjelaskan bahwa Kalimantan Selatan akan menjadi penyuplai utama pangan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kita sudah siapkan klaster: padi dari Barito Kuala, Tanah Laut, Banjar, dan Tapin, sementara sayur-sayuran dari Hulu Sungai,” tambahnya.

“Dengan sinergi lintas sektor, Kalsel diharapkan mampu menjadi motor utama swasembada pangan nasional—menuju Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat,” tutupnya. (MC Kalsel)

Editor Restu