Caranya adalah dengan mendatangkan petani bawang merah dari daerah sentra produksi seperti Probolinggo dan Nganjuk.
Metode serupa sebelumnya telah berhasil diterapkan untuk komoditas semangka tanpa biji dengan mendatangkan petani ahli dari Banyuwangi.
“Jika seluruh pihak bergerak bersama, yakni petani, penyuluh, dan pemerintah, maka swasembada bawang merah di Tanah Laut bukan sekadar wacana,” pungkas Faried dengan optimistis.
BACA JUGA: Film Superman Diduga Sindir Penjajahan Israel & AS di Palestina
Selain kegiatan tanam serentak, acara ini juga dimanfaatkan untuk menyerahkan bantuan bibit sayuran kepada kelompok tani di Desa Sungai Bakar dan Bajuin.
Kedua desa tersebut sebelumnya terdampak banjir yang mengakibatkan kerusakan sebagian lahan pertanian warga.
Bantuan ini merupakan bentuk dukungan konkret pemerintah dalam upaya pemulihan produktivitas petani pasca-bencana.
Acara penting ini dihadiri oleh perwakilan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, serta sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para penyuluh pertanian, dan berbagai kelompok tani setempat. (Gazali)
Editor: Yayu







