WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Per Juli 2025, penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 6,2 juta orang per Juli 2025.
Pencapaian ini, ujar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, terdiri dari berbagai kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga pelajar dari tingkat PAUD hingga SMA.
Sejauh ini, implementasi program MBG telah berjalan cukup optimal di berbagai wilayah di Indonesia.
Mengutip wawancaranya di satu televisi pada Rabu (16/7/2025), ia menyukuri hal ini, kemudian membandingkan pencapaian program MBG di Indonesia dengan total populasi Singapura.
“Kalau ini diterapkan di Singapura, dengan populasi sekitar 4,2 juta ditambah pekerja asing dan pelajar, totalnya sekitar 6 juta. Artinya, saat ini capaian MBG sudah bisa mencukupi kebutuhan seluruh orang yang beraktivitas di Singapura,” katanya.
Program MBG sebelumnya sempat terhenti karena libur, namun setelah itu mengalami lonjakan signifikan dalam jumlah penerima. Hanya dalam beberapa hari, jumlahnya meningkat dari 6 juta menjadi 6,2 juta.
“Sempat libur dan kemudian terjadi penambahan yang sangat signifikan selama masa libur ini. Kemarin masih 6 juta, dan hari ini sudah bertambah 200 ribu,” kata Dadan.
Meski angka 6,2 juta terbilang besar, jumlah tersebut baru sekitar 7% dari total target nasional yang mencapai 82,9 juta penerima manfaat.
Kendati demikian, ia tetap optimistis target itu akan tercapai pada akhir tahun.
“Target kami 82,9 juta itu, insya Allah bisa dicapai pada akhir November atau awal Desember. Kami juga berharap di akhir Agustus nanti, program ini sudah menjangkau lebih dari 20 juta penerima manfaat,” katanya.
Terkait pelaksanaan di lapangan, Dadan mengakui masih ada beberapa kendala teknis yang memerlukan penyesuaian.







