WARTABANJAR. COM, JAKARTA – Gagal di masa lalu tak selalu berarti akhir. Bagi para pemain muda Timnas Indonesia, Piala AFF U-23 2025 menjadi panggung penebusan, ajang untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar proyek regenerasi yang gagal, melainkan pondasi masa depan sepak bola Merah Putih.
Sebanyak 13 pemain yang kini menghuni skuad U-23 pernah mencicipi kerasnya atmosfer Piala AFF 2024, saat mereka diturunkan di tim senior sebagai bagian dari strategi regenerasi mendadak PSSI. Kala itu, Indonesia yang bermaterikan pemain muda gagal total – tersingkir di fase grup setelah kalah bersaing dengan Vietnam dan Filipina.
“Saat itu kami belum matang. Tapi pengalaman itu justru jadi titik balik kami. Sekarang waktunya membuktikan,” ungkap salah satu pemain, Arkhan Fikri, yang kembali dipercaya di Piala AFF U-23 kali ini.
Luka Lama, Semangat Baru
Kekalahan demi kekalahan di turnamen senior tahun lalu sempat menimbulkan gelombang kritik keras terhadap keputusan PSSI. Tapi kini, banyak dari pemain tersebut justru tumbuh menjadi andalan. Muhammad Ferarri, Hokky Caraka, Robi Darwis, hingga Victor Dethan — adalah contoh pemain muda yang mendapat pelajaran berharga dari “kegagalan dini”.
Pelatih Gerald Vanenburg pun menilai pengalaman masa lalu itu sebagai keuntungan tersendiri.







