WASPADA KARHUTLA! Kalsel Kerahkan Masyarakat & Teknologi Canggih Hadapi Musim Kemarau 2025
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bergerak cepat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat pada puncak musim kemarau Agustus 2025. Berbagai strategi disiapkan, mulai dari penguatan peran masyarakat, kerja sama lintas sektor, hingga penerapan teknologi pemantauan udara.
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam pencegahan karhutla.
“Kami bentuk Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa sekitar Tahura Sultan Adam, kawasan yang rawan terbakar. Ini bentuk nyata keterlibatan warga dalam menjaga hutan,” ujarnya, Senin (14/7/2025).
BACA JUGA:Diserbu Warga! Pasar Murah 2025 di Banjarbaru Resmi Dibuka Wali Kota Hj Lisa Halaby
Tak hanya masyarakat, pengawasan juga diperkuat lewat sinergi dengan pemegang izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dan perusahaan-perusahaan swasta yang punya kewajiban rehabilitasi. Mereka dilibatkan dalam deteksi dini dan patroli rutin di lapangan.
“Tim kami berkoordinasi dengan perusahaan, agar potensi api bisa diatasi sebelum meluas,” tambah Fathimatuzzahra.
Sementara itu, BPBD Kalsel melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Bambang Dedi, menyoroti pentingnya kekuatan kolaborasi antarelemen.
“Sinergi adalah kekuatan utama kami. Dari TNI-Polri, Damkar, hingga relawan masyarakat—semua bergerak bersama,” jelasnya.
Tak tanggung-tanggung, Gubernur Kalsel bahkan telah mengusulkan ke BNPB untuk menurunkan lima unit heli water bombing dan satu heli patroli udara guna mengantisipasi titik api di kawasan rawan.
Sebagai langkah tambahan, pemerintah juga merancang modifikasi cuaca untuk menambah cadangan air di wilayah kritis, seperti lahan gambut di sekitar Bandara Syamsudin Noor.
“Modifikasi cuaca ini penting agar air tetap tersedia untuk memadamkan api, terutama di area gambut yang sulit dijangkau,” pungkas Bambang.
Kalsel kini memasuki fase siaga, dan seluruh kekuatan tengah dikerahkan agar bencana asap tak kembali menghantui masyarakat seperti tahun-tahun sebelumnya.(Wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad