Reaksi netizen Indonesia pun membanjiri media sosial, mulai dari sindiran tajam hingga ajakan “perang komentar”:
“Turki itu sekuler emang, org2 mikir turki sngt islami ,, wwkwkwkwk NO! Ketika dtg kesnaa tekejot kejot badan awak… itu lah sebab nya Erdogan saat ini ingin mengembalikan turki spt zaman ustmaniyah dl kmbali ke islam. Semua rusak sejak Ataturk! Mereka ibarat islam KTP doang even 98% penduduk bergama islam tp bukan muslim. Sampe sini paham ya 🤭”
“Turki itu sekuler, bukan berarti bebas menghina hijab!”
“Di Korea malah lebih menghargai hijab Mega, padahal minoritas muslim.”
“Belum kenal netizen +62 ya? Siap-siap nangis approve!”
“Megawati udah pernah ngebungkam nyinyiran netizen luar, sekarang waktunya Turki!”
Tak sedikit pula yang menyoroti konflik ideologis di Turki sendiri—negara yang sering dikira islami namun memiliki sistem sekuler ala Eropa, sehingga publik kerap mempertentangkan atribut keagamaan seperti hijab.
Megawati: Diamkan Hujatan, Tunjukkan Prestasi!
Penggemar Mega tahu betul: bukan kali ini saja Megawati menghadapi komentar negatif. Saat awal merumput di Liga Korea, ia pun sempat diragukan. Tapi dengan prestasi luar biasa dan permainan memukau, Mega sukses membungkam semua cibiran.
Kini, Volimania Indonesia berharap Mega kembali membuktikan diri—dengan spike, bukan debat!(Wartabanjar.com/nyinyir_update_official/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







