“Kami tidak ingin mengulang kesalahan tim lain. Kami percaya Bagnaia dan Marquez cukup dewasa untuk memahami misi besar Ducati,” kata Tardozzi kepada MotoGP.com.
Peluang vs Risiko: Mana yang Lebih Besar?
Dari sisi performa, duet Bagnaia-Marquez bisa jadi kombinasi paling mematikan di grid. Ducati akan punya data, pengalaman, dan gaya balap berbeda yang bisa saling melengkapi. Tapi jika komunikasi tidak terjaga, tim bisa pecah secara internal sebelum akhir musim.
“Tantangannya bukan hanya teknis, tapi juga soal chemistry dan kepercayaan,” ujar pengamat MotoGP, Carlo Pernat. (berbagai sumber/Aar)
Editor: Andi Akbar







