Langkah Kecil dari Bali, Lompatan Besar di Krakow – Desak Made Juara Dunia!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Nama Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali menggemparkan dunia olahraga panjat tebing internasional. Atlet asal Klungkung, Bali ini sukses meraih medali emas dalam ajang IFSC Climbing World Cup 2025 di Krakow, Polandia, Sabtu (6/7) waktu setempat.
Kemenangan tersebut tak hanya menjadi torehan manis untuk Desak pribadi, tetapi juga mengukuhkan dominan Indonesia di nomor speed climbing wanita. Ini merupakan gelar emas pertamanya di musim kompetisi IFSC 2025.
Prestasi dari Tanah Dewata
Desak Made Rita dikenal sebagai salah satu talenta terbaik panjat tebing Indonesia. Lahir dan besar di Bali, Desak mulai meniti karier dari kejuaraan daerah hingga akhirnya menembus level nasional dan internasional.
“Saya ingin membuktikan bahwa atlet dari daerah bisa bersaing di dunia. Saya persembahkan emas ini untuk Bali dan Indonesia,” ujar Desak usai pengalungan medali, dikutip dari IFSC.
Kemenangan Bersejarah di Krakow
Dalam laga final nomor speed putri, Desak mencatat waktu 6,25 detik, unggul atas pemanjat asal Tiongkok yang menjadi unggulan utama. Ketenangan dan teknik mumpuni jadi kunci Desak melesat ke podium tertinggi.
Gaya manjatnya yang eksplosif dan efisien membuat komentator IFSC menyebutnya sebagai “sprinter panjat tebing paling dinamis musim ini.”
Bukti Ketangguhan Perempuan Indonesia
Keberhasilan Desak bukan hanya soal prestasi, tapi juga menjadi simbol kebangkitan atlet perempuan Indonesia di olahraga ekstrem. Ia juga kini menjadi inspirasi bagi banyak atlet muda, terutama perempuan, yang ingin berprestasi di level dunia.
“Desak adalah bukti bahwa perempuan Indonesia bisa bersinar di arena yang penuh tantangan,” ujar Pelatih Timnas Panjat Tebing Indonesia, Fajri Ardiansyah.
Menuju Olimpiade Paris 2024
Dengan performa konsisten dan mental juara, Desak digadang-gadang menjadi salah satu unggulan Indonesia di cabang panjat tebing Olimpiade Paris 2024. Emas di Krakow menjadi batu loncatan sempurna menuju panggung tertinggi dunia olahraga. (Berbagai sumber/Aar)
Editor: Andi Akbar