“Costumer tahu nggak, driver itu dipaksa sistem buat ambil double order. Nggak bisa nolak, dan ongkos tambahan cuma setengahnya!”
“Setuju, obong omahe ———–>”
“Aku sebagai pengguna ojol ngerti banget susahnya mereka. Tapi si customer ini emang arogan.”
“Pake layanan hemat tapi minta cepat, ya pantas aja digruduk.”
“Ngaku anak pelayaran, tapi kelakuannya memalukan!”
Catatan Penting:
Insiden ini menjadi pelajaran berharga soal pentingnya saling menghormati di antara pengguna dan penyedia layanan. Driver ojek online adalah pekerja jasa yang punya hak untuk diperlakukan dengan manusiawi.(Wartabanjar.com/mood.jakarta/berbagai sumber)
editor: nur muhammad

