WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Ditlantas Polda Kalsel bersama Satlantas Polresta Banjarmasin menggelar sosialisasi terkait peraturan tentang Over Dimension Over Loading (ODOL) angkutan barang di salah satu kafe, di kawasan Banjarmasin Barat, Jumat (4/7) sore. Sasaran dari sosialisasi tersebut adalah para sopir angkutan darat di Pelabuhan Trisakti, Kota Banjarmasin. Kegiatan tersebut, dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol Fahri Siregar, didampingi Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, Kompol Edwin Widya Dirotsaha Puta, dihadiri oleh Ketua Organda, Edi Sucipto, serta perwakilan para sopir angkutan darat. Dirlantas mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan juga sosialisasi kepada para sopir angkutan barang, terkait kebijakan Zero ODOL. Lebih lanjut, papar Dirlantas, pada prinsipnya pihaknya ingin memberikan informasi pelanggaran-pelanggaran terkait ODOL. "Pada prinsipnya para sopir setuju dan mendukung dengan adanya kebijakan Zero ODOL tersebut, dan juga ada beberapa masukan yang telah diberikan para sopir, dan Insya Allah kita akan memberikan solusi yang terbaik bagi para sopir," papar Dirlantas. Dengan adanya kebijakan tersebut, kata Fahri, justru membuat para sopir menjadi lebih aman dalam berkendara. Pasalnya, dengan membawa kendaraan angkutan yang over dimensi atau over loading, berpotensi menyebabkan bahaya saat dikendarai oleh para sopir. "Sehingga para sopir ini mendukung dan meminta agar sosialisasi ini agar terus dilakukan, tidak hanya kepada para sopir, tetapi juga kepada para pelaku usaha. Karena mereka merasa hanya penerima barang, yang diangkut oleh para sopir," sambungnya. Sebelumnya, beber Fahri, pihaknya juga telah menggelar pertemuan dan juga sosialisasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD), yang dihadiri berbagai pihak terkait, seperti Kadin, Pengusaha, Aptrindo, Organda, dan juga akademisi juga hadir. "Dari hasil FGD tersebut, kesimpulannya semua mendukung penerapan kebijakan Zero ODOL tersebut, namun ada beberapa masukan dari sejumlah pengusaha, termasuk juga dari Aptrindo dan Organda, tentunya dari masukan-masukan tersebut akan kita rumuskan sehingga kebijakan yang diambil nantinya bisa efektif, dan menjadi solusi untuk bersama," beber Fahri. Sementara itu, Ketua Organda Kalsel, Edi Sucipto mengapresiasi kinerja Dirlantas Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin, yang telah mau memberikan sosialisasi kepada sopir yang ada di kawasan Pelabuhan Trisakti. "Kami dari Organda ini sebagai jembatan antara Sopir angkutan dengan pemerintah atau stakeholder terkait. Kami dari organda pun setuju, kalau adanya kebijakan Zero Odolnya sangat membantu, karena angkutannya lebih ringan, dan uangnya banyak," kata Edi. BACA JUGA: Terekam CCTV! Aksi Pencuri HP di Warung Bubur Ayam Banjarmasin Viral, Warganet Geram "Tetapi pemerintah juga harus mencari cara agar anggota kami juga tidak rugi kalau mengangkut barang, yang jelas kita selalu mendukung aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah," harapnya. Edi menuturkan, pihaknya juga berusaha semaksimal mungkin untuk meminta agar para pelaku usaha atau pabrik tidak memuat beban angkutan yang lebih dari aturan yang telah ditetapkan. "Karenakan untuk para sopir tugasnya hanya mengangkut barang atau kontainer yang ada, dibongkar atau buka segel tidak boleh, jadi kita meminta kepada para pelaku usaha agar memperhatikan beban dari barang-barang yang dikirim," pungkasnya. (iqnatius) Editor: Yayu