Namun, di sisi lain, muncul pula komentar kontroversial yang memancing perdebatan:
“Capek hidup itu bukan alasan untuk bunuh diri, masih banyak yang lebih menderita…”
“Kenapa harus loncat dari jembatan? Gak ada yang lihat dan mencegah?”
Ada juga komentar yang menyayangkan tindakan DSA karena dianggap melanggar nilai agama dan merugikan keluarga yang ditinggalkan.
Jangan Diam, Cari Bantuan!
Kejadian ini kembali membuka mata masyarakat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Jangan ragu untuk mencari pertolongan, baik kepada profesional, keluarga, atau orang-orang terdekat.
Jika kamu atau orang terdekatmu mengalami krisis psikologis, hubungi layanan konseling atau psikolog profesional. Hidup layak untuk diperjuangkan, dan kamu tidak sendiri.
Catatan redaksi: Jika kamu mengalami tekanan mental atau berada dalam kondisi darurat psikologis, segera hubungi layanan bantuan seperti Halo Kemenkes di 1500-567 atau konsultasikan ke psikolog terdekat.(Wartabanjar.com/voktis.id/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







