“Untuk screening (pemeriksaan) dilakukan dua tahap, pertama, pemeriksaan di dalam gudang ini (airgate). Setelah ini dibawa ke Bandara untuk diperiksa kembali. Pemeriksaan kali ini, kita ada tim Linjam (mengawasi) dan Yanpul yang terus memantau perkembangan semua proses pemeriksaan ini berlangsung,” kata M. Luthfi Makki.
BACA JUGA: 3 Jemaah Haji Hilang, Termasuk Asal Banjarmasin Belum Ditemukan
Kasie Layanan Perlindungan Jemaah (Linjam) Daker Madinah, M. Slamet juga menyampaikan bahwa sampai saat ini di setiap pemeriksaan koper bagasi jemaah, pihaknya masih menemukan beberapa air zamzam yang dikemas dengan berbagai cara.
“Ada saja yang dilakukan jemaah agar bisa membawa air zamzam ke Tanah Air. Seperti, air zam-zam dibungkus dengan rapi bersama kursi roda dibalut dengan kardus. Ada juga yang memasukkan air zamzam di dalam termos, padahal bagaimanapun caranya, air zamzam akan terlihat setelah lewat X-ray,” katanya, dikutip dari laman Kemenag, Rabu (2/7/2025).
Untuk itu, ia terus mengingatkan agar jemaah mematuhi aturan penerbangan demi keselamatan perjalanan hingga kembali ke Tanah Air.
Selain itu, jemaah juga jangan memasukkan mainan/barang elektronik, baterai, korek api, dan atau senjata tajam ke dalam koper bagasi.
“Jadi, mohon dengan sangat agar jemaah mematuhi aturan penerbangan, demi keselamatan penerbangan,” katanya. (yayu)
Editor: Yayu







